Minggu, 06 Mei 2018

JAJANAN JEPANG HIKARU DINING



NAMA           : DISTINA HIDAYATI
NIM                : 175231017
KELAS          : PERBANKAN SYARIAH 2A

JAJANAN JEPANG HIKARU DINING

Berkaitannya dengan tugas Metodologi Studi Islam terkait dengan Studi Islam Kontemporer mengenai masakan-masakan Asia di beberapa restoran dan juga kafe. Berhubung tugasnya dibagi dengan kelompok masing-masing, dan kelompok saya mendapatkan bagian Hikaru Dining di Hartono Mall Solo Baru yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, Hartono Mall Lantai UG No.1, Grogol Madegondo, Grogol,  Sukoharjo.
Di Solo sendiri terdapat beberapa mall-mall besar, seperti Solo Paragon Mall, Solo Grand Mall, Solo Square, The Park Mall, dan Hartono Mall Solo. Hartono Mall Solo merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Sukoharjo. Sesuai dengan judulnya yang berkaitan dengan Masakan Jepang Hikaru Dining yang terletak di Hartono Mall Solo Baru, tepatnya di lantai dua dengan nama Hikaru Japanese Restaurant. Hikaru Japanese Restaurant ini buka dari pukul sepuluh pagi hingga pukul sepuluh malam.
Semakin pesatnya perkembangan industri mengenai kuliner di tanah air ini,  menciptakan gaya hidup bersantap dan juga restoran-restoran yang kian inovatif. Namun, tidak semua makanan modern dan berpenampilan menarik ini, baik bagi kesehatan serta juga mengenai kehalalannya. Untuk dapat mencapai keseimbangan antara tuntutan makanan halal, sehat sekaligus enak, kini banyak resto Jepang yang menyediakan masakan yang halal. Salah satunya di Hikaru Japanese Restaurant. Di Indonesia sendiri merupakan mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga ketika berkunjung ke Restoran Jepang, tidak hanya sekedar makan, namun juga memperhatikan kehalalannya.
Sebagai mahasiswa Islam, bertkaitannya mengenai masakan Jepang, kita harus memperhatikan mengenai kehalalan dari makanan tersebut. Bukan hanya sekedar makan saja. Selain kebudayaannya, kuliner Jepang ternyata juga membuat orang Indonesia menyukainya. Tidak heran lagi, kalau kuliner Negeri matahari terbit ini semakin menjamur dan terkenal di Indonesia.
Di Hikaru Japanese Restaurant ini, terdapat beberapa menu masakan Jepang yang bervariasi, diantaranya yaitu mulai dari Appetizer, Soup dan Salad, Donburi, Gohan, Nigiri, Moriawase, Sushi Roll, Hikaru Sushi Roll, Sushi Platter, Teishoku, Udon, dan Dessert. Selain menyediakan menu masakan yang bervariasi, di Hikaru Japanese Restaurant ini juga menyediakan minuman yang bervariasi. Harga makanan-makanan tersebut bervariasi, mulai dari harga tiga puluh ribu rupiah hingga sampai tiga ratus ribu rupiah.
Saya dan teman saya datang ke Hikaru Japanese Restaurant pada hari Rabu, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2018. Saat berkunjung ke Hikaru Japanese Restaurant ini, saya dan teman saya di sambut dengan ramah oleh pelayan-pelayannya. Kamipun memilih tempat duduk di bagian samping, karena pada bagian tengah pada tempat duduk lesehan  banyak pengunjung yang memilih tempat disana. Saya dan teman saya mulai memesan makanan, yaitu Vegetable Curry Donburi, Chicken Teriyaki Donburi, Chicken Teriyaki Fried Rice, dan Dynamite Roll. Selain memesan makanan, kita juga memesan minuman, diantaranya yaitu Watermelon Juice, Melon Juice, Strawberry Squash, dan Ice Ocha.
Sushi merupakan makanan Jepang yang pasti sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia.  Sushi merupakan nasi yang digulung dengan nori lalu diisi dengan varian seafood, unagi , sayuran dan salmon. Rasa dari Dynamite Roll sendiri menurut saya enak, namun sedikit terasa berbeda di lidah. Dynamite Roll disajikan dengan wasabi untuk menetralisir lidah dan kecap asin untuk menambah rasa. Dengan potongan yang kecil, sushi harus dimakan sekali lahap. Dynamite Roll dengan harga promo saat itu dua puluh dua ribu rupiah dengan jumlah empat potongan Sushi Roll dengan penyajiannya yang menarik.
Selain sushi, bumbu dari Vegetable Curry Donburi sangat terasa dan memiliki khas tersendiri. Terdapat potongan telur serta kentang dan wortel dengan bumbu curry yang memiliki rasa serta bau yang enak dengan porsi nasi yang pas, tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak. Vegetable Curry Donburi ini dibandrol dengan harga tiga puluh dua ribu rupiah. Pada Chicken Teriyaki Donburi ini, memiliki bau yang khas dari masakan dagingnya. Dengan dagingnya yang empuk serta bumbu yang pas di lidah ini menjadikan untuk menyantapnya. Serta terdapat serbuk cabai yang bisa di taburkan sesuai selera untuk menambahkan cita rasa yang pedas. Harga dari Chicken Teriyaki Donburi ini sama seperti Vegetable Curry, yaitu seharga tiga puluh dua ribu rupiah.
Pada masakan Chiken Teriyaki Fried Rice ini seperti nasi goreng umumnya, namun yang berbeda yaitu pada potongan daging ayamnya serta penyajiannya yang menarik serta higienis. Porsi makanannya pun sesuai, tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak. Harganya pun juga sama seperti Vegetable Curry dan juga Chicken Teriyaki Donburi diatas. Selain makanannya yang memiliki cita rasa tersendiri di lidah, terdapat juga minuman yang sudah saya dan teman saya pesan.
Rasa dari Watermelon Juice serta Melon Juice tersebut sama seperti jus-jus pada umumnya, namun yang menjadi perbedaannya yaitu pada penyajianya yang menarik. Pada Strawberry Squash ini memiliki rasa ciri khas yaitu  asam. Dengan penampilannya yang menarik ini serta tampilan yang unik. Selain itu rasa pada Ice Ocha ini memiliki rasa yang khas yang dapat menyegarkan serta menghilangkan rasa haus.
Hikaru Japanese Restaurant dengan arsitektur modern minimalis, menyediakan tempat yang cozy banget yang cocok untuk lunch maupun dinner bersama keluarga maupun dengan teman-teman. Hikaru Dining ini namanya di lantai UG. Disana terdapat AC dan juga terdapat akses wifinya juga yang bisa digunakan sembari menyantap makanan Jepang yang sudah dipesan, serta juga dapat digunakan untuk mengerjakan tugas atau sekedar update instagram.
Suasana di Hikaru Japanese Restaurant ini sangat nyaman. Pengunjung yang datang di Hikaru Japanese Restaurant ini dari berbagai kalangan, mulai dari para remaja-remaja, mahasiswa,  kalangan pebisnis, dan juga pegawai. Suasanya yang nyaman serta pelayanan yang ramah ini menjadikan banyak pengunjung yang datang, serta juga makanannya yang enak dan halal.
Seperti yang saya lihat pada saat berada di Hikaru Japanese Restaurant ini, kebanyakan yang berkunjung kesana yaitu orang-orang yang bermata sipit dan berkulit putih. Ada juga orang yang berpakaian terbuka serta beragam agama yang berkunjung disana. Para pelayanpun memakai pakaian dengam rok diatas lutut serta baju yang sedikit ketat.  Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, awalnya saya memang berfikir tentang kehalalannya,  namun seperti yang sudah saya tanyakan kepada pelayan di Hikaru Japanese Restaurant ini, bahwa makanan yang ada di Hikaru Dinining ini halal.
Sesuai dengan apa yang saya dan teman saya pesan, yaitu makanan yang cukup familiar di kalangan anak-anak remaja yaitu nasi dengan beberapa potongan ayam, karena terjamin kehalalannya. Dari beberapa pesanan tersebut, rasa yang paling berbeda di lidah yaitu Dynamite Roll. Sejenis Sushi yang disajikan dengan wasabi untuk menetralisir lidah dan kecap asin untuk menambah rasa.
Terdapat brosur mengenai makanan yang ada di Hikaru Japanese Restaurant, serta kertas survei mengenai penilaian pengunjung terhadap makanan Jepang. Makanan memang memiliki ciri khas tersendiri, seperti halnya pada masakan Jepang ini. Memang masakan Jepang berbeda dengan masakan di Indonesia. Masakan Jepang memang kebanyakan tidak sesuai dengan lidah orang Indonesia. Karena kebanyakan masakan yang disajikan masih mentah.
Berkaitannya dengan nilai-nilai Islam mengenai makanan yaitu, mengenai kehalalan yang ada di Hikaru Japanese Restaurant ini sudah dijamin. Mengenai suasana yang ada di dalam Hikaru Japanese Restaurant ini memang berbeda, kebanyakan memang yang berkunjung orang-orang yang berkulit putih dan bermata sipit serta berpakainan terbuka. Berbeda dengan Resto lainnya yang tidak bernuasa Jepang, ada beberapa pengunjung yang datang dengan pakaian yang  sopan serta tertutup. 



LAMPIRAN








Jumat, 23 Maret 2018

BERBAGI CERITA MENJADI SANTRI SATU HARI 24 JAM



NAMA           : DISTINA HIDAYATI
NIM                : 175231017
KELAS          : PERBANKAN SYARIAH 2A

BERBAGI CERITA MENJADI SANTRI  SATU HARI 24 JAM


Istilah pondok pesantren sendiri merupakan suatu lembaga atau tempat yang digunakan sebagai pendidikan Islam. Dimana di dalam pondok pesantren terdapat kyai, ustadz, dan juga para santriwan dan santriwati yang tinggal atau mondok bersama di dalam suatu asrama. Awal mulanya ketika saya yang belum pernah merasakan bagaimana kehidupan serta suasana yang ada di pondok pesantren, menjadikan saya seakan-akan merasa kurang mengetahui mengenai hal  yang ada di dalam pondok pesantren.
Sebagai mahasiswa, saya harus melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Hari-hari yang sudah dilalui, saya mulai mencari pondok pesantren yang berada di daerah Boyolali, tepatnya di daerah Kacangan, Andong, Boyolali. Nama pondok pesantren  tersebut yaitu pondok Darussalam.  Saya memilih pondok pesantren tersebut karena, dalam ketentuan tugas yang sudah di bagi, mendapat wilayah antara Boyolali dan Klaten. Saya menuju ke pondok pesantren Darussalam ini karena teman saya yang dulunya pernah mondok di daerah boyolali, tetapi bukan pondok Darussalam sehingga diapun mengetahui pondok-pondok yang ada di Boyolali. Dan menurut saya jarak pondok pesantren Darussalam tidak terlalu jauh, yaitu kurang lebih sekitar satu jam dari kampus IAIN Surakarta.
Saya mulai mencari pondok pesantren setelah selesai mata kuliah. Ketika dalam perjalanan dengan keadaan jalan yang sedikit membuat uji nyali itu dengan waktu kurang lebih satu jam. Keadaan jalan yang naik turun serta berlubang dengan samping kanan kiri terdapat tebing-tebing membuat saya merasa uji nyali. Setelah kurang lebih satu jam,  akhirnya sampai ke pondok pesantren Darussalam. Sesampainya di pondok pesantren, saya menemui lurah pondok atau bisa disebut sebagai pimpinan pondok. Sayapun mulai bernegoisasi bahwa akan mondok selama satu hari duapuluh empat jam.
Berhubung pengasuh pondok pesantren sedang ada kepentingan saat itu, tanggapan akan hal negosiasi kepada lurah tersebut masih menunggu kepada pengasuh pondok pesantren Darussalam. Dan dihari kemudian saya datang kembali untuk menanyakan bahwasannya akan mondok selama satu hari duapuluh empat jam. Alhasil pengasuh pondok pesantren Darussalam  mengizinkannya untuk mondok selama satu hari duapuluh empat jam.
Pondok pesantren Darussalam didirikan pada tahun seribu sembilanratus sembilan puluh tujuh oleh K.H M.Zaidun A.Q. Beliau mendirikan pondok pesantren Darussalam dengan alasan karena pada tahun seribu sembilanratus sembilan puluh banyak anak-anak yang mengaji di daerah Kacangan, Andong, Boyolali sehingga beliau memiliki inisiatif untuk mendirikan pondok tersebut. Lokasi pondok yang berada dekat dengan pemukiman warga serta daerah pasar, membuat orang tidak merasa asing tentang pondok Darussalam serta lokasinya yang berhadapan dengan yayasan pendidikan Islam El-Zahwa. 
Seiring berkembangnya waktu, keadaan pondok yang awalnya hanya mempunyai satu gedung, saat ini telah memiliki tiga gedung. Ketiga gedung tersebut yaitu pendopo yang biasanya digunakan untuk aktivitas mengaji, dan dua gedung lainnya yaitu gedung asrama putri dan juga gedung asrama putra. Jumlah santriwati pondok tersebut kurang lebih duaratus, sedangkan jumlah santriwan sebanyak kurang lebih seratus lima belas.
Didalam pondok Darussalam terdapat peraturan yang diantaranya yaitu mengenai kewajiban-kewajiban bagi santri pondok Darussalam yaitu:
1.  Semua santri harus taat dan menghormati Bapak Kyai atau Ibu Nyai sekeluarga dan Dewan Asatidz maupun Asatidzah
2. Semua santri wajib mengikuti kegiatan pondok
3. Semua santri wajib menjaga nama baik pondok, pengasuh dan Dewan Asatidz atau Asatidzah
4. Semua santri harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan pondok
5. Semua santri harus meminta izin kepada Bapak Kyai atau Ibu Nyai bagi yang pulang, bepergian, kembali dan pindah pondok
6. Semua santri harus membayar syariyah tiap bulan menurut ketentuan yang berlaku
7. Semua santri harus mengikuti sholat berjamaah setiap waktunya
8. Semua santri wajib mengikuti mujahadah dan sholat malam
9. Semua santri wajib membayar administrasi fasilitas pondok yang telah ditentukan
10. Semua santri wajib berpakaian rapi di dalam maupun diluar pondok
11. Semua santri wajib mengikuti Program Kegiatan Mengajar (KBM)
Selain kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh santri pondok Darussalam, terdapat larangan-larangan bagi santri, diantaranya yaitu semua santri dilarang melanggar syariat islam, dilarang mencemarkan nama baik pondok, pengasuh, dan juga Dewan Asatidz atau Asatidzah, dilarang mengambil atau memakai barang orang lain tanpa izin (Ghozob), dilarang bepergian tanpa izin, dilarang membawa barang berharga atau elektronik, dilarang merusak fasilitas pondok, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang membuat gaduh didalam maupin diluar pondok, dan semua santri dilarang melanggar kewajiban yang telah ditetapkan, apabila ada santri yang melanggar peraturan tersebut, akan dikenakan denda atau takziran yang telah ditentukan oleh pondok Darussalam.
Ketika tanda bel berbunyi "kringgg!!!" sebanyak tiga kali menunjukan pukul tiga sore, semua santri melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan ibadah sholat ashar. Setelah sholat ashar, para santri putra maupun putri melaksanakan kegiatan mengaji. Pada kajian tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yatu binadzor dan Chufadz yang dibimbing oleh Ibuk Nyai, munjizatan, dan juga  juz amma yang dibimbing oleh ustadz dan ustadzah pondok Darussalam.
Kegiatan mengaji pada pondok Darussalam dibagi menjadi enam kelas. Setiap malam senin kelas satu belajar  tentang tauhid, kelas dua belajar  tentang Tajwid, kelas kelas tiga belajar tentang Tauhid, kelas empat belajar tentang Tarih, kelas lima belajar tentang Tajwid, dan kelas lima belajar tentang Ahlaq. Pada malam selasa kelas satu belajar tentang tajwid, kelas dua belajar tentang tarih, kelas tiga belajar tentang tarih, kelas empat belajar tentang nahwu, kelas lima belajar tentang tarih dan kelas enam belajar tentang Tauhid. Pada malam rabu kelas satu belajar tentang fiqih, kelas dua belajar tentang fiqih, kelas tiga belajar tentang nahwu, kelas empat belajar tentang ahlak, kelas lima belajar tentang fiqih, dan kelas enam belajar tentang tauhid.
Pada malam kamis kelas satu belajar tentang tarih, kelas dua belajar tentang nahwu, kelas tiga belajar tentang tajwid, kelas empat belajar tentang tauhid, kelas lima belajar tentang nahwu, dan kelas enam belajar tentang fiqih. Kegiatan mengaji pada malam jum'at dan dan malam minggu di pondok Darussalam libur. Pada malam sabtu kelas satu belajar tentang ahlaq, kelas dua belajar tentang tauhid, kelas tiga belajar tentang fiqih, kelas empat belajar tentang fiqih, kelas lima belajar tentang tauhid, dan kelas enam belajar tentang tajwid.
Ada beberapa kitab yang digunakan di pondok Darussalam, diantaranya yaitu :
A. Akhlak : ngudi susilo, alala, akhlaku libanin,
B. Tauhid : aqidatul awam, aqoidud diniyah, aqidatul islamiyah, jawahirul kalamiyah
C. Nahwu : tsimarul janiyah, jurumiyah, imrithi, alfiyyah
D. Tajwid : syifaul jinan, tuhfatul athfal, tanwirul qori', jazariyah
E. Fiqih : fasholatan, mabadi fiqih, fathul qorib
F. Tarikh : tarikh nabi saw., khulafaur rasyidin, khulasoh nurul yaqin
G. Shorof : qowaidus shorfiyyah
H. Imlak : pegon
Ketika waktu menunjukkan pukul tiga pagi, tanda bel berbunyi "kringgg!!!" membangunkan seluruh santri yang ada di pesantren Darussalam untuk melaksanakan sholat tahajud, setelah selesai sholat tahajud para santri sembari menunggu adzan sholat subuh , santri-santri membaca Al-Qur'an. Ketika waktu adzan sholat subuh sudah berkumandang, para santri melaksanakan ibadah sholat subuh secara berjamaah. Di dalam pondok Darussalam, sholat diwajibkan untuk berjamaah di mushollah pondok Darussalam. Setelah selesai sholat subuh, para santri membaca askar ( askar adalah doa pagi yang setiap hari di baca oleh para santri).
Setelah sholat subuh para santri bersiap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sampai jam 11.30, dan kemudian bersiap untuk ke mushollah untuk melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Setalah sholat zuhur, mereka makan siang bersama-sama. Didalam pondok pesantren juga terdapat koperasi yang disedian untuk memenuhi kebutuhan para santri.
Lima belas  menit sebelum bel sholat ashar berbunyi, biasanya di gunakan santri untuk tidur atau hanya sekedar rebahan setelah seharian belajar. Setelah sholat ashar di lanjutkan para santri bersiap untuk melanjutkan belajar pelajaran pondok seperti tauhid, tajwid, ahlaq, nahwu, fiqih, dan Imlak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selesainya mengaji itu para santri melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Ada yang mengantri mandi, mencuci serta mengantri menyetrika. Ketika menyetrika ada ketentuan bahwa setiap satu menit senilai dengan seratus rupiah yang dibawah meja terdapat kotak untuk meletakkan uang tersebut.
Pukul 17.45 para santri harus bersiap-siap untuk ke mushollah untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. Selesainnya sholat magrib dilanjutkan dengan setoran hafalan surat. Sembari menunggu waktu adzan sholat isya' berkumandang, para santri membaca Al-Qur'an. Ketika waktu telah menunjukkan adzan sholat isya', maka para santri bersiap-siap melaksanakan sholat isya' berjamaah. Selesainya sholat berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan belajar tentang tauhid, tajwid, ahlaq, nahwu, fiqih, dan Imlak seperti waktu selesai sholat asar. Selesai belajar sekitar jam sembilan malam, kemudian segala kegiatan pondok berhenti dan digunakan untuk istirahat dan tidur untuk dapat  melaksanakan aktivitas esok hari.
Pesantren atau lebih tepatnya para santri adalah orang-orang luar biasa saya kira, karena mereka terbiasa hidup dalam aturan yang telah dibuat duapuluh empat jam untuknya. Sekolah bagi mereka adalah duapuluh empat jam, tidak hanya sekolah saat jam pelajaran berbagai mata pelajaran namun sepulang dari belajar mata pelajaran mereka kembali ke pondok untuk kemudian mendapatkan pelajaran tambahan kembali baik musrif/ah. Yang selalu memantau mereka.
Terbiasa bangun jam tiga  untuk melaksanakan sholat tahajud serta berbagai aktivitas ibadah yang sudah diagendakan oleh pondok pesantren. Qiyamullail berjamaah hingga mendengarkan ceramah setelah sholat subuh. Menyetor hafalan di sela-sela aktivitas di luar mata pelajaran dan berbagai kegiatan belajar lainnya di luar mata pelajaran, sekolah dan belajar bagi santri pesantren adalah duapuluh empat jam. Dengan berbagai hal baru yang mereka pelajari. Kedisiplinan dan juga aturan yang ketat sudah terkenal di pesantren. Bisa diperhatikan juga hal ini dari film dan novelnya A. Fuady, "Negeri Lima Menara" bagiamana kehidupan santri di pesantren. Kemandirian dan kedisiplinan tinggi akan mereka rasakan. Sanksi akan mereka dapatkan jika jelas melanggar aturan yang telah disepakati.
Mereka dididik dengan kesederhanaan kehidupan walaupun aslinya mungkin para santri adalah anak pejabat sekalipun, namun mengenai kehidupan di pesantren maka tiada pandang bulu dalam menerapkan kedisiplinan dan aturan bersama, tidur dan istirahat dengan fasilitas seadanya, kenyamanan tidur di kasur empuk di rumah orang tua telah mereka kesampingkan demi mendapatkan ilmu dari pada kiai dan ustadz.
Suasana di pesantren tentulah sangat mengasikkan, karena setiap hari mendapatkan wejangan ilmu dan nasehat dari kiai dan ustadz. Siraman  rohani selalu menghiasi qalbu santri.  Belajar duapuluh empat  jam tentulah bukan hal yang mudah, tapi tetap dijalani demi masa depan yang lebih cerah. Baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Dalam Agama islam mewajibkan menuntut ilmu bagi setiap muslim, jadi setiap muslim harus terus belajar kapanpun dan dimanapun serta tidak mengenal usia dalam belajar. Agama islam sendiri  juga tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk menyerah dalam berbagai tantangan. Allah SWT juga tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melampaui kemampuannya.
Kehidupan di pesantren banyak mengajarkan saya sebagai orang awam mengerti akan kemandirian, kebersamaan, serta keikhlasan. Hal yang terpenting yaitu mengajarkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Berbicara kebersamaan, dipesantren kebersamaan antara santri yang satu dengan yang lainnya sangat kuat seakan – akan sudah menjadi keluarga yang selalu bersama. Saya ingat, ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri membawa nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan nasi itulah kebersamaan santri terihat, sebelum makan bungkusan nasi itu digabung jadi satu sehingga bisa makan bersama – sama, ramai saling berebut nasi sudah menjadi hal biasa yang menjadikan sebuah kebersamaan semakin erat.
Berkaitannya sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Islam, tak asing lagi apa itu pondok pesantren, serta dapat mengetahui akan suasana kehidupan yang ada di pesantren.  Sebagai seorang mahasiswa tidak hanya berteman  dilingkungan kampus saja tetapi, berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain itu sebagai mahasiswa dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan sehingga dapat menambah wawasan serta mampu menciptakan sikap sosial dan mampu akan menyikapi hal-hal yang ada dilingkungan disekitar. Dengan adanya kegiatan mondok selama satu hari dua puluh empat jam itu, saya berharap  kepada para santriwan santriwati pondok pesantren Darussalam untuk tetap istiqomah serta menjadi generasi islam yang bertaqwa dan berakhlak mulia yang terus mengamalkan segala hal yang sudah dipelajari kepada orang lain dan menyampaikan ilmunya.




LAMPIRAN
 




Dilema Kaum Hawa Masa Kini

Menunggu yang Dicinta atau Mencari yang Pasti Saja? Bagi perempuan, cinta itu yang utama adalah kepastian. Kenapa demikian? Karena bagaimana...