Sabtu, 27 April 2019

Istiqomahlah Bersamaku


Banyak kita lihat orang-orang  yang kini mereka kemana-mana berdua, entah itu kakak adik, suami istri atau teman dan jg yg berpacaran. Tapi pernah tidak kita lihat orang yg kemana-mana sendiri, karena dia tidak mau ditemani oleh selain mahramnya. Dia sangat menjaga dirinya sendiri.

Kita sering lihat bahkan disekitar kita masih banyak yang bersalaman dengan yang bukan mahramnya dengan alasan "tidak sopan kalau tidak salaman" "nanti aku dikatain sombong", "nanti aku dikatain sok suci".

Bissmillah, hey muslimah. Taukah kalian bahwa jika kamu bersalaman dengan yang bukan mahram akibatnya apa?

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya" (HR. Thobroni dalam Mu'jam Al Kabir 20 : 211) 

Seremm kan yaaa???? 😱😱 Lebih baik kita ditusuk dari pada kita bersalaman dengan yang bukan mahram.

Dan banyak juga kita lihat muslimah sekarang masih banyak yang pacaran, karena faktor keluarga yang mendukung, faktor lingkungan, dan faktor pergaulan dengan teman juga bisa menjerumuskan kepada hal yang bernama "pacaran".

Tapi banyak juga kok sekarang muslimah yang jomblo (termasuk aku) 😊😊. Menjaga kehormatan demi suaminya kelak.
Terkadang ketika kita mempunyai beberapa teman yang sedang pacaran kita juga kemungkinan akan ikut terkena virus berpacaran juga, kecuali ketika kita udah kuat imannya, insyaAllah kita akan bisa melewati itu.

Tanggung jawab wanita sebenarnya sangatlah simple, apa? Yaitu wanita harus mampu menjaga apa yang seharusnya dijaga, karena wanita akan senantiasa dihargai bila dirinya punya harga diri yang terjaga.

Maka, bila kamu mengaku dirimu adalah seorang wanita, introspeksilah segera karena takut ada tanggung jawab yang harusnya selalu kamu jaga tapi diabaikan begitu saja.

1. Wanita Akan Dikatakan Berharga, Bukan Karena Dia Cantik Maupun Kaya, Tapi Bila Akhlaq Dan Perilakunya Sesuai Aturan Allah.

Berbicara tentang harga diri maka tentu semua wanita pasti memilikinya, namun nilai harga diri yang similiki tiap wanita pasti berbeda-beda. Apa yang membedakannya? Wajahnya? Hartanya? Atau jabatannya? Tidak, tapi hati, akhlaq dan kebaikannya.

Karena secantik, sekaya, dan seberkelas apapun wanita dengan jabatannya bila hati, sikap dan perilakunya buruk maka sungguh semua itu tidak akan ada harganya dimata siapapun.

2. Wanita Akan Dihormati Bila Dia Sendiri Mampu Menjaga Kehormatannya Dengan Bijak

Karena wanita itu akan senantiasa dihormati bila dia sendiri mampu menjaga kehormatannya dengan bijak. Buktinya banyak wanita cantik dan dengan segala kelebihannya, namun masih saja divonis buruk dikala seadanya menjga kehormatan dirinya.

3.Wanita Akan Dihargai Bila Dia Tahu Caranya Menghargai Dirinya Dengan Sikap Dan Perilaku Yang Baik

Intinya, cantik saja tidaklah cukup sebagai sayarat untuk kamu dihargai oleh siapapun, atau berharta saja tidaklah cukup untukmu menjadi terhormat. Karena wanita akan benar-benar dihargai bila dia tahu caranya menghargai dirinya dengan sikap dan perilaku yang baik.

4. Wanita Akan Diakatakan Mulia, Bila Dia Tahu Caranya Mencegah Dirinya Untuk Melakukan Yang Dilarang Rabb-nya

Dan wanita akan dikatakan mulia, bila dia tahu caranya mencegah dirinya untuk melakukan yang dilarang Rabb-nya. Artinya wanita akan terhormat, dihormati, dan dihargai dimanapun, sampai kapanpun dan oleh siapapun bila apa yang menjadi tanggung jawabnya senantiasa dia jaga dengan amanah.

5. Maka Jagalah Dirimu Dengan Baik Dan Benar, Agar Kamu Tak Hanya Indah Ketika Di Dunia, Namun Sampai Kelak Di Surganya Allah

Maka dari itu, bila kamu mengaku dirimu wanita dan seorang muslimah, sadarilah dengan bijak apa yang sudah menajdi tanggung jawabmu. Jagalah dirimu dengan baik dan benar, agar kamu tak hanya indah ketika di dunia saja, namun sampai kelak disurganya Allah.

Karena wanita harus mampu menjaga apa yang seharusnya dijaga, sebab wanita yang berharga adalah wanita yang terjaga dan kokoh mempertahankan harga dirinya.

Maka dari itu mulai sekarang karena kita masih dikasih umur oleh Allah, carilah teman, lingkungan, guru yang mengajarkan kamu tentang hal baik yang akan menjadikanmu baik pula. Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ????
Ajal tidak ada yang tau bukan???

Akupun sangat kagum kepada wanita yang benar-benar menjaga dirinya. Karena akupun belum sampai wanita muslimah seperti itu. Disinipun kita sama-sama belajar, masih melalui proses masing-masing. Jalani prosesnya dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran kita.

Sabtu, 20 April 2019

Menjadi Orang Yang Mukhlis Dalam Setiap Amal Kita


Keikhlasan seseorang tidak dapat diketahui orang lain, sekalipun ada di antara mereka yang telah banyak beramal dan mengatakan melalui lisannya bahwa dirinya betul-betul ikhlas. Sebab, ikhlas merupakan perbuatan hati, sedangkan hati yang paling tahu adalah Allah SWT. Dengan demikian, seseorang yang ingin menjadi mukhlis harus mengawali niatnya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Mukhlis, artinya orang yang ikhlas. Seorang dengan kualitas mukhlis adalah orang yang hatinya bersih dari keinginan memperoleh pujian. Semua perbuatannya, perkataannya, pemberiannya, penolakannya, perkataannya, diamnya, ibadahnya dan seterusnya, semata-mata dilakukan hanya untuk Allah SWT. Oleh karena itu baginya pujian orang tidak membuatnya berbangga hati, dan kekecewaan serta caci maki orang tidak membuatnya surut dari amal kebajikan. Dari deretan predikat kualitas yang dicontohkan Nabi dengan urutan Muslim, Mu'min, 'Alim (orang terpelajar), Amil (yang beramal) dan Mukhlis, maka selain mukhlis, mereka masih berpeluang mengalami kesia-siaan (halka).

Ketahuilah bahwa semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kita akan mengalami kekecewaan. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati ini akan terluka dan terkecewakan karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.

Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah kita berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan kita dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud. Sesungguhnya terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.

Manusia dengan kualitas mukhlis adalah orang yang paling produktif bagi dirinya, meski boleh jadi tidak diakui oleh orang lain. Sementara seorang 'alim yang 'amil (orang pandai yang banyak berbuat) tetapi tidak mukhlis adalah kontra produktif bagi dirinya, meski boleh jadi memperoleh banyak penghargaan dari masyarakat. Seorang mukhlis lebih suka menyembunyikan perbuatannya dari penglihatan orang lain, sedangkan kebalikannya yaitu orang yang riya, ia hanya mau melakukan sesuatu jika diketahui orang, atau diliput berita. Orang mukhlis berbuat sesuatu demi Alloh, sedangkan orang riya ' melakukannya demi pujian orang.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Tuhan mereka. Dan orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Tuhan mereka. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan suatu apa pun dengan Tuhan mereka. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu) bahwa mereka sesungguhnya akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu orang-orang yang bersegera dalam kebaikan, dan mereka segera memperolehnya." (Al-Mu`minuun [23]: 57-61)

Berikut adalah  beberapa ciri-ciri muslim yang mukhlis berdasarkan ayat di atas:
Berhati-hati dalam bertindak dan berkeyakinan karena takut kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala semata. Mukmin yang begini akan selalu berpikir sebelum berbuat, karena segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'ala pada hari akhir nanti. Seorang mukmin yang selalu takut kepada Allah di mana pun dia berada akan takut untuk berbuat dosa dan maksiat lahir dan batin, dilihat manusia maupun tidak. Hal ini tentu saja berbeda dengan pengawasan manusia. Lihatlah bagaimana tumbuh suburnya badan-badan pengawas terhadap beberapa instansi negara, baik badan pemerintahan maupun independen. Tetapi nyatanya hal itu tak membuat surut para koruptor dan manipulator. Bahkan, kecurangan cenderung semakin meningkat. Lihat juga bagaimana kejahatan dan kekerasan semakin merajalela di masyarakat walaupun polisi sudah mengerahkan tenaga untuk patroli di mana-mana. Itu semua karena manusia itu sangat terbatas, dan yang penting adalah bahwa manusia tidak pantas untuk ditakuti. Hanya Allah Subhaanahu wa Ta'ala semata yang patut ditakuti.

Mereka adalah orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah Subhaanahu wa Ta'ala, ayat-ayat Alquran dan ayat-ayat kauniyah yang berupa alam semesta ini. Mereka juga memurnikan iman mereka kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dengan tidak menyekutukan suatu apa pun dengan Allah Subhaanahu wa Ta'ala dalam hal apa pun. Karena syirik adalah dosa paling besar yang bisa menghancurkan iman dan amal seseorang. Jika dosa selain syirik masih ada kemungkinan diampuni oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala, bila Dia menghendaki bagi siapa yang dikehendaki-Nya, namun syirik tidak demikian. Jika seseorang mati dalam keadaan syirik tanpa taubat maka dosa syiriknya tidak diampuni-Nya.
Mereka menafkahkan dan menyedekahkan harta yang Allah karuniakan kepada mereka di jalan yang Allah perintahkan.

Mereka menafkahkan itu semua karena takut akan kotornya harta mereka karena bercampur dengan hak orang lain. Mereka memberikan hak-hak fakir miskin dan yang lainnya karena takut akan pertanggungjawaban di hadapan Allah nanti. Mereka akan ditanya dari mana memperoleh harta dan digunakan untuk apa. Sifat seperti ini akan membuat orang jauh dari kekikiran dan kebakhilan. Mereka juga tidak merasa sedih dengan sedikitnya rezeki dunia, dan tidak sombong dengan melimpahnya rezeki dunia itu. Mereka sadar bahwa mereka pasti kembali kepada Allah dan bahwa apa-apa yang ada di sisi Allah Subhaanahu wa Ta'ala adalah lebih baik dari yang ada di dunia dan tak pernah habis.

Tentunya mereka adalah orang yang bersegera dan sigap dalam berbuat baik dan menyongsong kebaikan. Mereka bukanlah orang yang menunda-nunda suatu kebaikan hingga kesempatannya berlalu. Mereka sangat antusias melakukan itu semua. Dengan begitu mereka juga cepat mendapatkan hasil dari kebaikan yang mereka lakukan itu. Berbeda dengan orang-orang munafik dan kafir yang selalu sigap dan cepat untuk berbuat kemungkaran dan dosa, mereka justru akan merasa takut untuk melakukannya. Namun, apabila terlanjur melakukan mereka akan sangat menyesal dan segera bertaubat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Sepertinya kalau kita perhatikan, poin-poin di atas nampak sangat sederhana dan mudah, namun pelaksanaannya tidak semudah yang dikira. Hal itu semua membutuhkan tekad dan kesabaran yang baik dan istiqamah, serta selalu saling menasihati sesama mukmin dalam melakukan perintah Allah dan menghindari larangan-Nya. Karena manusia memiliki sifat lalai dan lupa. Pada saat itu ia butuh seseorang yang mengingatkannya. Ini secara otomatis akan membangun tali silaturahim yang kokoh dan berkesinambungan. Wallahu a'lam
Salah satu ciri orang yang ikhlas adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya. Dan, mudah-mudahan kita menjadi orang yang ikhlas, untuk diri sendiri maupun membantu orang lain. Insya Allah kita akan jadi hamba Allah SWT yang penuh rahmat.


Wahai orang-orang yang menyombongkan amal mereka, alangkah naifnya engkau. Kalaulah bukan karena taufik-Nya, tentu engkau tidak akan mampu menjalankan shalat lima waktu, puasa, atau pun sabar. Kebanyakan manusia menyombongkan ibadah dan amal mereka. Mereka mencari pujian dan sanjungan manusia. Mereka senang jika dunia dan para pencintanya datang menghadap kepada mereka. Adapun yang menyebabkan mereka dalam keadaan seperti itu adalah karena mereka masih terikat oleh nafsu dan keinginan-keinginannya. Dunia memang kekasih nafsu, akhirat kekasih hati, dan Allah kekasih nurani."

Selasa, 26 Februari 2019

Apa yang menghalangimu untuk berhijab ?


Saudariku…
Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.

Saudariku…
Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab?
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?
“Aku Belum Berjilbab, Karena…”

1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”
Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah?
Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?

2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.”
Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan?
Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.

3. “Aku kan masih muda…”
Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? 
Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…

4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”
Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut,
“Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit.

5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.”
Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki!
Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka?

6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.”
Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi.
Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah?
Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik!

7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.”
Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi,
“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81)

8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.”
Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia.
Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian?

9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.”
Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut.
Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan.



Minggu, 06 Mei 2018

JAJANAN JEPANG HIKARU DINING



NAMA           : DISTINA HIDAYATI
NIM                : 175231017
KELAS          : PERBANKAN SYARIAH 2A

JAJANAN JEPANG HIKARU DINING

Berkaitannya dengan tugas Metodologi Studi Islam terkait dengan Studi Islam Kontemporer mengenai masakan-masakan Asia di beberapa restoran dan juga kafe. Berhubung tugasnya dibagi dengan kelompok masing-masing, dan kelompok saya mendapatkan bagian Hikaru Dining di Hartono Mall Solo Baru yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, Hartono Mall Lantai UG No.1, Grogol Madegondo, Grogol,  Sukoharjo.
Di Solo sendiri terdapat beberapa mall-mall besar, seperti Solo Paragon Mall, Solo Grand Mall, Solo Square, The Park Mall, dan Hartono Mall Solo. Hartono Mall Solo merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Sukoharjo. Sesuai dengan judulnya yang berkaitan dengan Masakan Jepang Hikaru Dining yang terletak di Hartono Mall Solo Baru, tepatnya di lantai dua dengan nama Hikaru Japanese Restaurant. Hikaru Japanese Restaurant ini buka dari pukul sepuluh pagi hingga pukul sepuluh malam.
Semakin pesatnya perkembangan industri mengenai kuliner di tanah air ini,  menciptakan gaya hidup bersantap dan juga restoran-restoran yang kian inovatif. Namun, tidak semua makanan modern dan berpenampilan menarik ini, baik bagi kesehatan serta juga mengenai kehalalannya. Untuk dapat mencapai keseimbangan antara tuntutan makanan halal, sehat sekaligus enak, kini banyak resto Jepang yang menyediakan masakan yang halal. Salah satunya di Hikaru Japanese Restaurant. Di Indonesia sendiri merupakan mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga ketika berkunjung ke Restoran Jepang, tidak hanya sekedar makan, namun juga memperhatikan kehalalannya.
Sebagai mahasiswa Islam, bertkaitannya mengenai masakan Jepang, kita harus memperhatikan mengenai kehalalan dari makanan tersebut. Bukan hanya sekedar makan saja. Selain kebudayaannya, kuliner Jepang ternyata juga membuat orang Indonesia menyukainya. Tidak heran lagi, kalau kuliner Negeri matahari terbit ini semakin menjamur dan terkenal di Indonesia.
Di Hikaru Japanese Restaurant ini, terdapat beberapa menu masakan Jepang yang bervariasi, diantaranya yaitu mulai dari Appetizer, Soup dan Salad, Donburi, Gohan, Nigiri, Moriawase, Sushi Roll, Hikaru Sushi Roll, Sushi Platter, Teishoku, Udon, dan Dessert. Selain menyediakan menu masakan yang bervariasi, di Hikaru Japanese Restaurant ini juga menyediakan minuman yang bervariasi. Harga makanan-makanan tersebut bervariasi, mulai dari harga tiga puluh ribu rupiah hingga sampai tiga ratus ribu rupiah.
Saya dan teman saya datang ke Hikaru Japanese Restaurant pada hari Rabu, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2018. Saat berkunjung ke Hikaru Japanese Restaurant ini, saya dan teman saya di sambut dengan ramah oleh pelayan-pelayannya. Kamipun memilih tempat duduk di bagian samping, karena pada bagian tengah pada tempat duduk lesehan  banyak pengunjung yang memilih tempat disana. Saya dan teman saya mulai memesan makanan, yaitu Vegetable Curry Donburi, Chicken Teriyaki Donburi, Chicken Teriyaki Fried Rice, dan Dynamite Roll. Selain memesan makanan, kita juga memesan minuman, diantaranya yaitu Watermelon Juice, Melon Juice, Strawberry Squash, dan Ice Ocha.
Sushi merupakan makanan Jepang yang pasti sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia.  Sushi merupakan nasi yang digulung dengan nori lalu diisi dengan varian seafood, unagi , sayuran dan salmon. Rasa dari Dynamite Roll sendiri menurut saya enak, namun sedikit terasa berbeda di lidah. Dynamite Roll disajikan dengan wasabi untuk menetralisir lidah dan kecap asin untuk menambah rasa. Dengan potongan yang kecil, sushi harus dimakan sekali lahap. Dynamite Roll dengan harga promo saat itu dua puluh dua ribu rupiah dengan jumlah empat potongan Sushi Roll dengan penyajiannya yang menarik.
Selain sushi, bumbu dari Vegetable Curry Donburi sangat terasa dan memiliki khas tersendiri. Terdapat potongan telur serta kentang dan wortel dengan bumbu curry yang memiliki rasa serta bau yang enak dengan porsi nasi yang pas, tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak. Vegetable Curry Donburi ini dibandrol dengan harga tiga puluh dua ribu rupiah. Pada Chicken Teriyaki Donburi ini, memiliki bau yang khas dari masakan dagingnya. Dengan dagingnya yang empuk serta bumbu yang pas di lidah ini menjadikan untuk menyantapnya. Serta terdapat serbuk cabai yang bisa di taburkan sesuai selera untuk menambahkan cita rasa yang pedas. Harga dari Chicken Teriyaki Donburi ini sama seperti Vegetable Curry, yaitu seharga tiga puluh dua ribu rupiah.
Pada masakan Chiken Teriyaki Fried Rice ini seperti nasi goreng umumnya, namun yang berbeda yaitu pada potongan daging ayamnya serta penyajiannya yang menarik serta higienis. Porsi makanannya pun sesuai, tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak. Harganya pun juga sama seperti Vegetable Curry dan juga Chicken Teriyaki Donburi diatas. Selain makanannya yang memiliki cita rasa tersendiri di lidah, terdapat juga minuman yang sudah saya dan teman saya pesan.
Rasa dari Watermelon Juice serta Melon Juice tersebut sama seperti jus-jus pada umumnya, namun yang menjadi perbedaannya yaitu pada penyajianya yang menarik. Pada Strawberry Squash ini memiliki rasa ciri khas yaitu  asam. Dengan penampilannya yang menarik ini serta tampilan yang unik. Selain itu rasa pada Ice Ocha ini memiliki rasa yang khas yang dapat menyegarkan serta menghilangkan rasa haus.
Hikaru Japanese Restaurant dengan arsitektur modern minimalis, menyediakan tempat yang cozy banget yang cocok untuk lunch maupun dinner bersama keluarga maupun dengan teman-teman. Hikaru Dining ini namanya di lantai UG. Disana terdapat AC dan juga terdapat akses wifinya juga yang bisa digunakan sembari menyantap makanan Jepang yang sudah dipesan, serta juga dapat digunakan untuk mengerjakan tugas atau sekedar update instagram.
Suasana di Hikaru Japanese Restaurant ini sangat nyaman. Pengunjung yang datang di Hikaru Japanese Restaurant ini dari berbagai kalangan, mulai dari para remaja-remaja, mahasiswa,  kalangan pebisnis, dan juga pegawai. Suasanya yang nyaman serta pelayanan yang ramah ini menjadikan banyak pengunjung yang datang, serta juga makanannya yang enak dan halal.
Seperti yang saya lihat pada saat berada di Hikaru Japanese Restaurant ini, kebanyakan yang berkunjung kesana yaitu orang-orang yang bermata sipit dan berkulit putih. Ada juga orang yang berpakaian terbuka serta beragam agama yang berkunjung disana. Para pelayanpun memakai pakaian dengam rok diatas lutut serta baju yang sedikit ketat.  Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, awalnya saya memang berfikir tentang kehalalannya,  namun seperti yang sudah saya tanyakan kepada pelayan di Hikaru Japanese Restaurant ini, bahwa makanan yang ada di Hikaru Dinining ini halal.
Sesuai dengan apa yang saya dan teman saya pesan, yaitu makanan yang cukup familiar di kalangan anak-anak remaja yaitu nasi dengan beberapa potongan ayam, karena terjamin kehalalannya. Dari beberapa pesanan tersebut, rasa yang paling berbeda di lidah yaitu Dynamite Roll. Sejenis Sushi yang disajikan dengan wasabi untuk menetralisir lidah dan kecap asin untuk menambah rasa.
Terdapat brosur mengenai makanan yang ada di Hikaru Japanese Restaurant, serta kertas survei mengenai penilaian pengunjung terhadap makanan Jepang. Makanan memang memiliki ciri khas tersendiri, seperti halnya pada masakan Jepang ini. Memang masakan Jepang berbeda dengan masakan di Indonesia. Masakan Jepang memang kebanyakan tidak sesuai dengan lidah orang Indonesia. Karena kebanyakan masakan yang disajikan masih mentah.
Berkaitannya dengan nilai-nilai Islam mengenai makanan yaitu, mengenai kehalalan yang ada di Hikaru Japanese Restaurant ini sudah dijamin. Mengenai suasana yang ada di dalam Hikaru Japanese Restaurant ini memang berbeda, kebanyakan memang yang berkunjung orang-orang yang berkulit putih dan bermata sipit serta berpakainan terbuka. Berbeda dengan Resto lainnya yang tidak bernuasa Jepang, ada beberapa pengunjung yang datang dengan pakaian yang  sopan serta tertutup. 



LAMPIRAN








Jumat, 23 Maret 2018

BERBAGI CERITA MENJADI SANTRI SATU HARI 24 JAM



NAMA           : DISTINA HIDAYATI
NIM                : 175231017
KELAS          : PERBANKAN SYARIAH 2A

BERBAGI CERITA MENJADI SANTRI  SATU HARI 24 JAM


Istilah pondok pesantren sendiri merupakan suatu lembaga atau tempat yang digunakan sebagai pendidikan Islam. Dimana di dalam pondok pesantren terdapat kyai, ustadz, dan juga para santriwan dan santriwati yang tinggal atau mondok bersama di dalam suatu asrama. Awal mulanya ketika saya yang belum pernah merasakan bagaimana kehidupan serta suasana yang ada di pondok pesantren, menjadikan saya seakan-akan merasa kurang mengetahui mengenai hal  yang ada di dalam pondok pesantren.
Sebagai mahasiswa, saya harus melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Hari-hari yang sudah dilalui, saya mulai mencari pondok pesantren yang berada di daerah Boyolali, tepatnya di daerah Kacangan, Andong, Boyolali. Nama pondok pesantren  tersebut yaitu pondok Darussalam.  Saya memilih pondok pesantren tersebut karena, dalam ketentuan tugas yang sudah di bagi, mendapat wilayah antara Boyolali dan Klaten. Saya menuju ke pondok pesantren Darussalam ini karena teman saya yang dulunya pernah mondok di daerah boyolali, tetapi bukan pondok Darussalam sehingga diapun mengetahui pondok-pondok yang ada di Boyolali. Dan menurut saya jarak pondok pesantren Darussalam tidak terlalu jauh, yaitu kurang lebih sekitar satu jam dari kampus IAIN Surakarta.
Saya mulai mencari pondok pesantren setelah selesai mata kuliah. Ketika dalam perjalanan dengan keadaan jalan yang sedikit membuat uji nyali itu dengan waktu kurang lebih satu jam. Keadaan jalan yang naik turun serta berlubang dengan samping kanan kiri terdapat tebing-tebing membuat saya merasa uji nyali. Setelah kurang lebih satu jam,  akhirnya sampai ke pondok pesantren Darussalam. Sesampainya di pondok pesantren, saya menemui lurah pondok atau bisa disebut sebagai pimpinan pondok. Sayapun mulai bernegoisasi bahwa akan mondok selama satu hari duapuluh empat jam.
Berhubung pengasuh pondok pesantren sedang ada kepentingan saat itu, tanggapan akan hal negosiasi kepada lurah tersebut masih menunggu kepada pengasuh pondok pesantren Darussalam. Dan dihari kemudian saya datang kembali untuk menanyakan bahwasannya akan mondok selama satu hari duapuluh empat jam. Alhasil pengasuh pondok pesantren Darussalam  mengizinkannya untuk mondok selama satu hari duapuluh empat jam.
Pondok pesantren Darussalam didirikan pada tahun seribu sembilanratus sembilan puluh tujuh oleh K.H M.Zaidun A.Q. Beliau mendirikan pondok pesantren Darussalam dengan alasan karena pada tahun seribu sembilanratus sembilan puluh banyak anak-anak yang mengaji di daerah Kacangan, Andong, Boyolali sehingga beliau memiliki inisiatif untuk mendirikan pondok tersebut. Lokasi pondok yang berada dekat dengan pemukiman warga serta daerah pasar, membuat orang tidak merasa asing tentang pondok Darussalam serta lokasinya yang berhadapan dengan yayasan pendidikan Islam El-Zahwa. 
Seiring berkembangnya waktu, keadaan pondok yang awalnya hanya mempunyai satu gedung, saat ini telah memiliki tiga gedung. Ketiga gedung tersebut yaitu pendopo yang biasanya digunakan untuk aktivitas mengaji, dan dua gedung lainnya yaitu gedung asrama putri dan juga gedung asrama putra. Jumlah santriwati pondok tersebut kurang lebih duaratus, sedangkan jumlah santriwan sebanyak kurang lebih seratus lima belas.
Didalam pondok Darussalam terdapat peraturan yang diantaranya yaitu mengenai kewajiban-kewajiban bagi santri pondok Darussalam yaitu:
1.  Semua santri harus taat dan menghormati Bapak Kyai atau Ibu Nyai sekeluarga dan Dewan Asatidz maupun Asatidzah
2. Semua santri wajib mengikuti kegiatan pondok
3. Semua santri wajib menjaga nama baik pondok, pengasuh dan Dewan Asatidz atau Asatidzah
4. Semua santri harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan pondok
5. Semua santri harus meminta izin kepada Bapak Kyai atau Ibu Nyai bagi yang pulang, bepergian, kembali dan pindah pondok
6. Semua santri harus membayar syariyah tiap bulan menurut ketentuan yang berlaku
7. Semua santri harus mengikuti sholat berjamaah setiap waktunya
8. Semua santri wajib mengikuti mujahadah dan sholat malam
9. Semua santri wajib membayar administrasi fasilitas pondok yang telah ditentukan
10. Semua santri wajib berpakaian rapi di dalam maupun diluar pondok
11. Semua santri wajib mengikuti Program Kegiatan Mengajar (KBM)
Selain kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh santri pondok Darussalam, terdapat larangan-larangan bagi santri, diantaranya yaitu semua santri dilarang melanggar syariat islam, dilarang mencemarkan nama baik pondok, pengasuh, dan juga Dewan Asatidz atau Asatidzah, dilarang mengambil atau memakai barang orang lain tanpa izin (Ghozob), dilarang bepergian tanpa izin, dilarang membawa barang berharga atau elektronik, dilarang merusak fasilitas pondok, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang membuat gaduh didalam maupin diluar pondok, dan semua santri dilarang melanggar kewajiban yang telah ditetapkan, apabila ada santri yang melanggar peraturan tersebut, akan dikenakan denda atau takziran yang telah ditentukan oleh pondok Darussalam.
Ketika tanda bel berbunyi "kringgg!!!" sebanyak tiga kali menunjukan pukul tiga sore, semua santri melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan ibadah sholat ashar. Setelah sholat ashar, para santri putra maupun putri melaksanakan kegiatan mengaji. Pada kajian tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yatu binadzor dan Chufadz yang dibimbing oleh Ibuk Nyai, munjizatan, dan juga  juz amma yang dibimbing oleh ustadz dan ustadzah pondok Darussalam.
Kegiatan mengaji pada pondok Darussalam dibagi menjadi enam kelas. Setiap malam senin kelas satu belajar  tentang tauhid, kelas dua belajar  tentang Tajwid, kelas kelas tiga belajar tentang Tauhid, kelas empat belajar tentang Tarih, kelas lima belajar tentang Tajwid, dan kelas lima belajar tentang Ahlaq. Pada malam selasa kelas satu belajar tentang tajwid, kelas dua belajar tentang tarih, kelas tiga belajar tentang tarih, kelas empat belajar tentang nahwu, kelas lima belajar tentang tarih dan kelas enam belajar tentang Tauhid. Pada malam rabu kelas satu belajar tentang fiqih, kelas dua belajar tentang fiqih, kelas tiga belajar tentang nahwu, kelas empat belajar tentang ahlak, kelas lima belajar tentang fiqih, dan kelas enam belajar tentang tauhid.
Pada malam kamis kelas satu belajar tentang tarih, kelas dua belajar tentang nahwu, kelas tiga belajar tentang tajwid, kelas empat belajar tentang tauhid, kelas lima belajar tentang nahwu, dan kelas enam belajar tentang fiqih. Kegiatan mengaji pada malam jum'at dan dan malam minggu di pondok Darussalam libur. Pada malam sabtu kelas satu belajar tentang ahlaq, kelas dua belajar tentang tauhid, kelas tiga belajar tentang fiqih, kelas empat belajar tentang fiqih, kelas lima belajar tentang tauhid, dan kelas enam belajar tentang tajwid.
Ada beberapa kitab yang digunakan di pondok Darussalam, diantaranya yaitu :
A. Akhlak : ngudi susilo, alala, akhlaku libanin,
B. Tauhid : aqidatul awam, aqoidud diniyah, aqidatul islamiyah, jawahirul kalamiyah
C. Nahwu : tsimarul janiyah, jurumiyah, imrithi, alfiyyah
D. Tajwid : syifaul jinan, tuhfatul athfal, tanwirul qori', jazariyah
E. Fiqih : fasholatan, mabadi fiqih, fathul qorib
F. Tarikh : tarikh nabi saw., khulafaur rasyidin, khulasoh nurul yaqin
G. Shorof : qowaidus shorfiyyah
H. Imlak : pegon
Ketika waktu menunjukkan pukul tiga pagi, tanda bel berbunyi "kringgg!!!" membangunkan seluruh santri yang ada di pesantren Darussalam untuk melaksanakan sholat tahajud, setelah selesai sholat tahajud para santri sembari menunggu adzan sholat subuh , santri-santri membaca Al-Qur'an. Ketika waktu adzan sholat subuh sudah berkumandang, para santri melaksanakan ibadah sholat subuh secara berjamaah. Di dalam pondok Darussalam, sholat diwajibkan untuk berjamaah di mushollah pondok Darussalam. Setelah selesai sholat subuh, para santri membaca askar ( askar adalah doa pagi yang setiap hari di baca oleh para santri).
Setelah sholat subuh para santri bersiap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sampai jam 11.30, dan kemudian bersiap untuk ke mushollah untuk melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Setalah sholat zuhur, mereka makan siang bersama-sama. Didalam pondok pesantren juga terdapat koperasi yang disedian untuk memenuhi kebutuhan para santri.
Lima belas  menit sebelum bel sholat ashar berbunyi, biasanya di gunakan santri untuk tidur atau hanya sekedar rebahan setelah seharian belajar. Setelah sholat ashar di lanjutkan para santri bersiap untuk melanjutkan belajar pelajaran pondok seperti tauhid, tajwid, ahlaq, nahwu, fiqih, dan Imlak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selesainya mengaji itu para santri melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Ada yang mengantri mandi, mencuci serta mengantri menyetrika. Ketika menyetrika ada ketentuan bahwa setiap satu menit senilai dengan seratus rupiah yang dibawah meja terdapat kotak untuk meletakkan uang tersebut.
Pukul 17.45 para santri harus bersiap-siap untuk ke mushollah untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. Selesainnya sholat magrib dilanjutkan dengan setoran hafalan surat. Sembari menunggu waktu adzan sholat isya' berkumandang, para santri membaca Al-Qur'an. Ketika waktu telah menunjukkan adzan sholat isya', maka para santri bersiap-siap melaksanakan sholat isya' berjamaah. Selesainya sholat berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan belajar tentang tauhid, tajwid, ahlaq, nahwu, fiqih, dan Imlak seperti waktu selesai sholat asar. Selesai belajar sekitar jam sembilan malam, kemudian segala kegiatan pondok berhenti dan digunakan untuk istirahat dan tidur untuk dapat  melaksanakan aktivitas esok hari.
Pesantren atau lebih tepatnya para santri adalah orang-orang luar biasa saya kira, karena mereka terbiasa hidup dalam aturan yang telah dibuat duapuluh empat jam untuknya. Sekolah bagi mereka adalah duapuluh empat jam, tidak hanya sekolah saat jam pelajaran berbagai mata pelajaran namun sepulang dari belajar mata pelajaran mereka kembali ke pondok untuk kemudian mendapatkan pelajaran tambahan kembali baik musrif/ah. Yang selalu memantau mereka.
Terbiasa bangun jam tiga  untuk melaksanakan sholat tahajud serta berbagai aktivitas ibadah yang sudah diagendakan oleh pondok pesantren. Qiyamullail berjamaah hingga mendengarkan ceramah setelah sholat subuh. Menyetor hafalan di sela-sela aktivitas di luar mata pelajaran dan berbagai kegiatan belajar lainnya di luar mata pelajaran, sekolah dan belajar bagi santri pesantren adalah duapuluh empat jam. Dengan berbagai hal baru yang mereka pelajari. Kedisiplinan dan juga aturan yang ketat sudah terkenal di pesantren. Bisa diperhatikan juga hal ini dari film dan novelnya A. Fuady, "Negeri Lima Menara" bagiamana kehidupan santri di pesantren. Kemandirian dan kedisiplinan tinggi akan mereka rasakan. Sanksi akan mereka dapatkan jika jelas melanggar aturan yang telah disepakati.
Mereka dididik dengan kesederhanaan kehidupan walaupun aslinya mungkin para santri adalah anak pejabat sekalipun, namun mengenai kehidupan di pesantren maka tiada pandang bulu dalam menerapkan kedisiplinan dan aturan bersama, tidur dan istirahat dengan fasilitas seadanya, kenyamanan tidur di kasur empuk di rumah orang tua telah mereka kesampingkan demi mendapatkan ilmu dari pada kiai dan ustadz.
Suasana di pesantren tentulah sangat mengasikkan, karena setiap hari mendapatkan wejangan ilmu dan nasehat dari kiai dan ustadz. Siraman  rohani selalu menghiasi qalbu santri.  Belajar duapuluh empat  jam tentulah bukan hal yang mudah, tapi tetap dijalani demi masa depan yang lebih cerah. Baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Dalam Agama islam mewajibkan menuntut ilmu bagi setiap muslim, jadi setiap muslim harus terus belajar kapanpun dan dimanapun serta tidak mengenal usia dalam belajar. Agama islam sendiri  juga tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk menyerah dalam berbagai tantangan. Allah SWT juga tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melampaui kemampuannya.
Kehidupan di pesantren banyak mengajarkan saya sebagai orang awam mengerti akan kemandirian, kebersamaan, serta keikhlasan. Hal yang terpenting yaitu mengajarkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Berbicara kebersamaan, dipesantren kebersamaan antara santri yang satu dengan yang lainnya sangat kuat seakan – akan sudah menjadi keluarga yang selalu bersama. Saya ingat, ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri membawa nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan nasi itulah kebersamaan santri terihat, sebelum makan bungkusan nasi itu digabung jadi satu sehingga bisa makan bersama – sama, ramai saling berebut nasi sudah menjadi hal biasa yang menjadikan sebuah kebersamaan semakin erat.
Berkaitannya sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Islam, tak asing lagi apa itu pondok pesantren, serta dapat mengetahui akan suasana kehidupan yang ada di pesantren.  Sebagai seorang mahasiswa tidak hanya berteman  dilingkungan kampus saja tetapi, berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain itu sebagai mahasiswa dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan sehingga dapat menambah wawasan serta mampu menciptakan sikap sosial dan mampu akan menyikapi hal-hal yang ada dilingkungan disekitar. Dengan adanya kegiatan mondok selama satu hari dua puluh empat jam itu, saya berharap  kepada para santriwan santriwati pondok pesantren Darussalam untuk tetap istiqomah serta menjadi generasi islam yang bertaqwa dan berakhlak mulia yang terus mengamalkan segala hal yang sudah dipelajari kepada orang lain dan menyampaikan ilmunya.




LAMPIRAN
 




Dilema Kaum Hawa Masa Kini

Menunggu yang Dicinta atau Mencari yang Pasti Saja? Bagi perempuan, cinta itu yang utama adalah kepastian. Kenapa demikian? Karena bagaimana...